i-elearning  i-jurnal  i-pmb  i-digilib  i-lsp  i-mail  i-job  i-opac  i-laporan  i-peta

i-simak  i-beasiswa  i-ristek  i-lldikti  i-forlap  i-sivil2  i-simlitabmas  i-aptikom  i-tracer  i-support

Perjalanan tim Robot STMIK Banjarbaru

Perjalanan tim Robotika STMIK Banjarbaru dimulai dengan dikeluarkannya tema ABU ROBOCON 2011 dan pengumuman KRI-KRCI 2011. Tim robotika STMIK Banjarbaru yang pada awal pengiriman proposal diberi nama tim MANDIRI (KRI), MANDIRI SMART (KRI Beroda) dan MANDIRI LEGGED (KRI Berkaki) telah mengalami cobaan yang cukup berat. Misalnya hampir terlambatnya pengiriman proposal tahap I ke Dikti Jakarta, yang akhirnya pada waktu itu proposal terpaksa dititipkan ke Puket III yang kebetulan akan ke Bogor via Jakarta, dan itupun dititipkan ke supir taksi untuk diantar ke DP2M Dikti  dengan biaya Rp200.000. Cobaan tidak hanya sampai disitu, pada awal pembuatan robot, tim mengalami krisis anggota sehingga pembuatan robot agak terlambat dan akhirnya menghambat pembuatan video untuk pelaporan tahap II. Hal ini terjadi pula karena pengiriman laporan kemajuan dan video untuk tahap II mengalami keterlambatan. Hal ini sudah disampaikan ke Juri tingkat Nasional, namun beliau hanya menyatakan itu tergantung dari DP2M yang menerima laporan dan video, juri hanya menilai laporan dan video yang oleh pihak DP2M diserahkan ke mereka, namun akhirnya berdasarkan pengumuman tahap II, Alhamdulillah tim robotika STMIK Banjarbaru dinyatakan lolos untuk bisa berlomba di tingkat regional. Tidak hanya sampai disitu, kejutan muncul kembali saat tim mengetahui bahwa tim robotika STMIK Banjarbaru dimasukkan ke Regional V, dan sedianya akan bertanding di Univesitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah. Sungguh kejutan luar biasa, karena yang terpikir oleh tim adalah bagaimana mencapai Palu dari Banjarmasin. Sebelumnya tim selalu diasukkan ke regional III di Jogjakarta. Tim kembali berpikir keras untuk bagaimana bisa berangkat ke Palu. Ditambah lagi pertandingan yang dilaksanakan di UNTAD Palu ini adalah pertandingan pertama dari semua pertandingan regional yang ada (30 April - 1 Mei 2011). Akhirnya dengan mencari informasi kesana-sini didapatkan informasi bahwa perjalanan ke Palu dapat ditempuh dengan perjalanan darat dari Banjarmasin ke Penajam Kab. Paser Kaltim (15 jam via bis reguler), Penajam-Balikpapan (1 jam via penyeberangan Ferry)  dan 40 menit perjalanan Udara (Balikpapan-Palu). Masalah yang kembali menjadi pertanyaan adalah dimanakan tim harus menginap, karena panitian menyediakan penginapan sejak tanggal 29 April s.d. 1 Mei 2011, padahal tim merencanakan untuk berangkat sejak tanggal 26 Mei 2011, karena harus istirahat guna memulihkan tenaga sehabis perjalanan darat yang melelahkan. Alhamdulillah dengan mengontak keluarga sana-sini, akhirnya tim menginap di rumah salah satu keluarga anggota tim (dan ternyata lebih enak daripada hotel yang disediakan oleh panitia regional V), tepatnya di rumah Bapak dan Ibu H. Amin Syam (dosen STAIN Palu) yang terletak di Palu Barat, Jl. Jamur Lorong 3 No. 8. Pertandingan yang dimulai dengan running tes semua robot dimulai sejak tanggal 29 April 2011, pada dasarnya semua robot KRI dan KRCI Beroda dan berkaki memiliki kesiapan yang tidak sampai 100% ini karena kurangnya personil, sehingga tidak ada anggota yang secara khusus menangani robot tertentu dan akhirnya semua dikerjakan secara bersama dan seolah serabutan, namun paling tidak itu menunjukkan kekompakan semua anggota tim dan juga pembimbing. Capaian dari pertandingan KRI adalah paling tidak pada semua pertandingan babak penyisihan tim KRI "MANDIRI" selalu menunjukkan kemampuannya dengan selalu memperoleh angka minimal 18 - 30 poin, dan tidak pernah kalah dengan tanpa poin, paling tidak ini hasil yang cukup menggembirakan bagi tim KRI. Di pertandingan KRCI beroda, robot MANDIRI SMART telah cukup meramaikan pertandingan dengan berhasil masuk ke semi final, hanya saja karena kurang cepat sehingga dibeberapa pertandingan, walaupun sama-sama belum menemukan titik api, tim MANDIRI SMART kalah karena jarak tempuh robot yang lebih pendek dari tim lawan yang lebih cepat pergerakannya. Intinya robot MANDIRI SMART selalu menunjukkan perlawanannya dengan tidak pernah berdiam di posisi Home saat start, robot selalu berjalan dan meniggalkan home dan mencari ruang yang ada titik apinya. Pada Divisi KRCI Berkaki, tim mengalami kesulitan karena sensor yang dipakai ternyata sangat terpengaruh oleh lampu panggung yang cukup kuat dan membuat sensor bekerja walaupun belum menemukan dinding, padahal pada saat diuji coba diluar arena, sensor bekerja dengan baik, dan robot dapat bernavigasi dengan sempurnya. Namun itulah pengalaman ketiga tim yang berlaga, paling tidak itulah prestasi yang sudah dicapai hingga saat ini.

You are here: Home Kemahasiswaan Robotik Perjalanan tim Robot STMIK Banjarbaru