• 1.jpg
  • 2.jpg
  • 3.jpg
  • 4.jpg
  • 5.jpg
  • 6.jpg
  • 7.jpg
  • 8.jpg
  • 9.jpg
  • 10.jpg
  • 11.jpg
  • 12.jpg
  • 13.jpg
  • 14.jpg
  • 15.jpg
  • 16.jpg
  • 17.jpg
  • 18.jpg
  • 19.jpg
  • 20.jpg

elearning  portalilmu  Job-Online-2  jurnal      

PMB   PKL skripsi

Mapala Apache

Mahasiswa Pecinta Alam Apache

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika (STMIK) Banjarbaru

Visi dari Mapala Apache : Terwujudnya Mahasiswa yang bertanggung jawab terhadap alam.

Misi dari Mapala Apache : Membentuk Mahasiswa yang peka terhadap alam sekitarnya serta alam bebas secara luas, dan membentuk Mahasiswa sebagai pribadi yang mencintai kelestarian alam, dan menumbahkan rasa kepemilikan terhadap alam, serta seni dan budaya yang terkandung didalamnya, minimal menjadikan Mahasiswa sebagai pribadi yang tidak berandil terhadap kerusakan alam.

Mapala Apache STMIK Banjarbaru adalah sebuah organisasi yang lahir dilingkungan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer (STMIK) Banjarbaru, organisasi ini ditujukan untuk menampung minat-minat mahasiswa(i) STMIK banjarbaru yang tertarik dengan dunia petualangan, alam bebas serta kecintaan mereka akan keindahan alam semesta, organisasi ini berbasiskan mahasiswa(i) STMIK Banjarbaru.

 

Sejarah terbentuknya Mapala Apache

Hampir disetiap Perguruan tinggi di Indonesia mempunyai sebuah organisasi kepencinta alaman, baik itu organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) ataupun Kelompok Pecinta Alam (KPA). Untuk Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Banjarbaru sendiri, pernah beberapa kali teman-teman mahasiswa mencoba untuk memprakarsai pembentukan organisasi Mahasiswa Pecinta Alam dilingkungan kampus STMIK Banjarbaru.

Dimulai pada tahun 2003 yang juga merupakan tahun pertama berdirinya kampus STMIK Banjarbaru, beberapa orang teman-teman mahasiswa berinisiatif membangun organisasi pecinta alam ini, namun entah kenapa gaung mereka menghilang tidak lama setelah beberapa kali mereka mengadakan pertemuan dan beberapa kali berkonsultasi dengan Pembantu Ketua III (PUKET III) STMIK Banjarbaru yang membidangi urusan kemahasiswaan, setelah itu tidak ada aktivitas lagi, bahkan mereka tidak pernah membentuk organisasi kepecintaalaman yang mereka inginkan apalagi memberi nama ataupun lambang untuk organisasi Mahasiswa Pecnita Alam tersebut. Ditahun berikutnya yaitu 2004, tahun kedua keberadaan STMIK Bajarbaru di tengah-tengah dunia pendidikan di Banjarbaru, tidak pernah ada lagi ide ataupun keinginan teman-teman mahasiswa STMIK banjarbaru untuk kembali mencoba membangun organisasi Mapala dilingkungan kampus STMIK banjarbaru.

Ditahun berikutnya yaitu tahun 2005 atas inisiatif PUKET III dibuat beberapa selebaran yang berisi ajakan untuk teman-teman mahasiswa yang berminat ataupun yang mempunyai hobby bergaul dengan alam bebas, untuk bersama-sama mendirikan organisasi Mahasisiwa Pencinta Alam dilingkungan kampus STMIK Banjarbaru. Dan ternyata selebaran tersebut cukup mendapat respon dari beberapa orang mahasiswa STMIK banjarbaru, teman-teman tersebut mengutarakan niatnya serta ketertarikan mereka untuk bergabung dengan organisasi Mahasiswa Pencinta Alam STMIK Banjarbaru, bahkan mereka sempat mendaftarkan diri mereka mereka, waktu itu tercatat sekitar 10 orang mahasiswa(i) yang mengajukan diri mereka untuk menjadi anggota Mahasiswa Pecinta Alam di kampus STMIK Banjarbaru. Namun setelah mereka diberi formulir pendaftaran oleh PUKET III yang diformulir tersebut terdapat pula surat pernyataan yang berisi bahwa mereka yang ikut pecinta alam STMIK Banjarbaru tidak akan menuntut pihak kampus apabila di kegiatan kepecintaalaman nantinya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan, kehilangan anggota badan atau bahkan kematian atau yang biasa pula disebut dengan “Kontrak Mati” pecinta alam, ternyata teman-teman tersebut tidak pernah lagi mengembalikan formulir pendaftaran yang mereka harus isi tersebut, maka untuk ketiga kalinya gagal lagi berdirinya organisasi Mahasiswa Pecinta Alam STMIK Banjarbaru.

Namun kehidupan keorganisasian lingkungan kampus sangat sulit terpisahkan dengan nama “Mapala”, mungkin bisa diibaratkan “Kampus tanpa Mapala bak Sayur tanpa Garam”, walaupun sering pula organisasi ini dianggap sebagai organisasi Sayap kiri dilingkungan kampus mereka.

Pada tahun 2006 atas permintaan PUKET III STMIK Banjarbaru kepada salah seorang karyawan STMIK Banjarbaru (Ahmad Pahdi) agar mengusahakan berdirinya sebuah organisasi pecinta alam di STMIK Banjarbaru -setelah ditiga tahun sebelumnya gagal berdirinya organisasi pecinta alam-, permintaan puket III tersebut disampaikan sekitar bulan juli 2006, dimana masa tersebut adalah masa-masa penerimaan mahasiswa baru di STMIK Banjarbaru, setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak dan beberapa orang, dan pada waku dengan komitmen 2 orang teman lainnya (Diyan Sukmono dan Nur Armina Rahmah) yang berjanji untuk terus mengawal berdirinya Mapala di STMIK Banjarbaru, walaupun akhirnya kedua orang tersebut tidak bertahan lama mengawal Mapala.

Maka pada tahun 2006 kembali dibuat selebaran-selabaran yang brisi ajakan untuk bergabung bersama-sama belajar berorganisasi, bersama-sama membangun kerajaan Mapala dilingkungan STMIK Banjarbaru, kali ini respon teman-teman atas ajakan ini sangat tinggi, selebaran tersebut di pasang di papan pengumuman kampus mulai dari tanggal 1 September 2006 (masa dimana mahasiswa-mahasiswa baru memulai perkuliahan) dan diberi batas waktu sampai tanggal 30 September 2006, setiap mahasiswa yang berminat mereka diberi formulir pendaftaran namun kali ini tanpa “Kontrak Mati”, sampai tengat waktu yang diberikan yaitu tanggal 31 September 2006 formulir yang kembali sebanyak 24 lembar, dan diantara mereka inilah cikal bakal anggota pertama Mahasiswa Pencinta Alam dilingkungan kampus STMIK banjarbaru, atau yang diberi nama Mahasiswa Pecinta Alam Apache Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Banjarbaru, disingkat dengan Mapala Apache STMIK Banjarbaru, dan dipanggil dengan “Mapala Apache”.

 

Lahirnya Mapala Apache

Untuk semua anggota Mapala Apache sekarang sampai anggota Mapala Apache seterusnya, wajib mengingat tanggal berdirinya Mapala Apache, Mapala Apache lahir pada tanggal 9 Oktober 2006.

Setiap orang baik itu anggota Mapala Apache ataupun bukan anggota Mapala Apache, pasti bertanya-tanya kenapa jadi organisasi mahasiswa pecinta alam STMIK Banjarbaru ini diberi nama Apache, apa alasan memberi nama Apache. Setiap teman-teman mahasiswa yang mengembalikan formulir pendaftaran mereka diberitahukan bahwa pertemuan atau rapat pertama organisasi akan dilaksanakan pada hari senin tanggal 2 Oktober 2006, maka pada hari senin tanggal 2 Oktober 2006 sekitar jam 3 sore bertempat diruang 203 kampus STMIK Banjarbaru dilaksanakanlah pertemuan pertama yang merupakan cikal bakal berdirinya Mapala di kampus STMIK Banjarbaru.

Rapat pada tanggal 2 Oktober tersebut merupakan rapat perkenalan dan rapat keakraban bagi para teman-teman calon anggota Mapala STMIK Banjarbaru, setiap anggota dipersilahkan memperkenalkan diri mereka sekaligus memaparkan alasan mereka ingin bergabung dengan Mapala, setelah rapat perkenalan selesai, setelah itu setiap anggota yang hadir para rapat tersebut di beri tugas yang sama yaitu, dalam waktu 1 minggu mereka harus merancang nama serta lambang Mapala STMIK Banjarbaru, dan rapat selanjutnya akan dilaksanakan pada hari senin berikutnya pada tanggal 9 Oktober 2006, dengan jam dan temapat yang sama.

Pada hari sabtu tanggal 7 Oktober 2006, teman-teman harus mengumpulkan tugas yang diberikan kepada mereka, baik itu nama atau rancangan lambang bagi organisasi ini, setelah tugas terkumpul baru pada hari senin tanggal 9 Oktober 2006 dilaksanakan rapat kedua organisasi, dengan agenda pembentukan struktur organisasi sementara, penetapan nama organisasi Mapala di STMIK banjarbaru serta lambang organisasi tersebut.

Makna Lambang Mapala Apache :

  • Gambar Disket : Mengartikan bahwa background dari anggota Mapala Apache adalah Mahasiwa yang bergelut dalam dunia pendidikan Komputer yaitu STMIK Banjarbaru.
  • Bentuk Disket tidak beraturan : Menggambarkan semangat dan kebebasan Mapala Apache.
  • Mempunyai empat sudut, berdiri hanya pada satu sudut : Bermaknakan satu untuk semua, semua untuk satu. Juga Alammu-Alamku, Alamku-Alammu.
  • Warna Hijau : Alam dan lingkungan hidup yang sehat sangat identik dengan hijau, sedangkan Mapala Apache adalah wadah bagi Mahasiswa yang mempunyai ketertarikan dan mempunyai kecintaan dengan Alam dan lingkungan hidup.
  • Warna Hitam dibelakang disket : bermakna misteri alam, Mapala Apache harus menghormati misteri-misteri tersebut, baik itu dari alam sendiri maupun misteri budaya adat masyarakat lokal.
  • Warna Putih : Mapala Apache tidak hanya bergelut dengan alam, tetapi juga Sosial, Seni dan Budaya yang terkandung didalamnya.
  • Lingkaran bergariskan warna biru : memberikan arti bahwa Kebersamaan, Persahabatan, Kekeluargaan adalah tujuan utama dari Mapala Apache.
  • Background berwarna Silver : Menegaskan bahwa Mapala Apache adalah organisasi Mahasiswa Pencinta Alam yang berasal dari lingkungan kampus STMIK Banjarbaru.